Batang besipun dapat diasah menjadi jarum






Ada cerita motivasi yang mengkisahkan seorang nenek mengasah sebatang besi untuk dijadikan jarum. Sepintas lalu apa yang dilakukan nenek itu sungguh luar biasa, suatu semangat dan konsistensi yang menakjubkan. Bagaimana sebatang besi dapat diasah menjadi sebuah jarum.

Namun kalau dipikir pikir nenek itu sebenarnya bukannya menakjubkan, tetapi menggelikan. Berapa lama waktu yang dia butuhkan untuk mengasah besi itu; apakah batang besi itu benar benar menjadi jarum. Sebelum menjadi jarum bisa saja sang nenek sudah meninggal dahulu. Kemungkinan besar besi itu akan patah sebelum dapat dijadikan sebuah jarum karena ukuran sebuah jarum  itu  kecil  dan kurus.

Alangkah baiknya jika nenek itu berhenti sejenak dan pergi mencari mesin asah yang baik, agar jarum yang dihasilkanpun baik dan lebih halus. Dan bukankah lebih masuk akal, apabila nenek itu menjual batang besi itu, kemudian membeli jarum. Bukankah batangan besi itu lebih berharga dari jarum, dengan uang hasil penjualan batangan besi, dapat dibelikan banyak jarum jarum tanpa  usaha  super  keras.

Motivasi sering terdengar indah dan penuh semangat, tetapi kalau benar benar direnungkan, sungguhlah sebuah ketololan. Mengasah batang besi menjadi jarum? Yang benar saja. Bekerja keras saja tidak cukup; semangat saja tidak cukup; harus memiliki keterampilan yang mendukung. Jangan hanya bekerja keras, tetapi juga harus diberangi dengan  bekerja  cerdas.

Kau dapat menjadi apa saja yang kau inginkan






Motivator suka menyemangati pasiennya dengan berkata bahwa mereka dapat menjadi apa saja yang mereka mau. Benarkah itu? Sama sekali tidak benar! Mereka hanya menawarkan resep obat kosong; kapsul yang isinya kosong, banyak filler diisi dengan sedikit vitamin saja. Jadi tidak akan ampuh untuk mengobati pasiennya. Mereka menganggap pasiennya sakit mental jadi mentalnya yang perlu diobati. Padahal sebenarnya yang dibutuhkan pasien mereka adalah resep yang dapat meningkatkan kemampuan pasien.

Motivasi tanpa edukasi hanya akan membuat orang menjadi tidak percaya diri. Mereka akan semakin tidak percaya diri, menjadi semakin miskin dan kalah; hanya motivatornya yang akan keluar sebagai pemenang dan semakin kaya. Mungkin memang itulah tujuan seorang motivator. Semakin banyak yang gagal, artinya semakin banyak pasien dan semakin banyak duit.

Jika anda adalah seorang jendral, memotivasi prajurit anda secara terus menerus, tanpa melatih, melengkapi senjata dan mengasah senjata mereka; prajurit anda akan kalah perang, meskipun anda memotivasinya lagi, mereka semangat lagi dan kalah lagi; pada akhirnya mereka akan percaya bahwa mereka benar benar tidak mampu mengalahkan lawan. Motivasi harus dilanjutkan dengan edukasi. Latihlah diri, asahlah senjata anda, saat anda tahu kemampuan anda telah bertambah, anda akan memotivasi diri anda sendiri. Anda tidak perlu seorang untuk memotivator lagi.

Lalu apakah edukasi, latihan dan pengembangan diri secara terus menerus akan menjadikan anda apa saja yang anda inginkan. Jangan bermimpi! Tidak peduli betapa keraspun kau berlatih dan berapa lamapun kau berlatih, kau tidak akan menjadi seorang Micheal Jordan ataupun  Mohammad Ali.

Micheal Jordan bisa seperti dia hari ini, bukan hanya karena berlatih keras dan memiliki motivasi besar saja. Dia dapat menjadi legendaris bola basket, karena dilahirkan dengan bakat dan fisik yang mendukung untuk menjadi pemain bola basket profesional.

Bukan mencoba menjatuhkan mental anda, saya hanya mencoba jujur, mengatakan apa adanya. Anda tidak bisa menjadi apa saja yang anda inginkan. Anda dilahirkan sebagai manusia, anda tidak dapat menjadi singa ataupun buaya.

Anda memiliki bakat anda tersendiri, galilah bakat itu. fokuslah disana dan sempurnakanlah bakat itu, maka kau  akan  menjadi  Micheal Jordan  dibidangmu.

Jangan terlalu tergantung pada motivator, untuk sukses anda perlu dapat termotivasi secara terus menerus hingga berhasil. Anda perlu dapat memotivasi diri sendiri. Keterampilan, edukasi dan pengembangan diri secara terus menerus akan menjadi motivasi anda. Saat kemampuan anda bertambah, anda akan secara otomatis termotivasi  sendiri. 

Motivator adalah orang yang tahu 1001 macam cara bercinta, tetapi tidak punya pasangan.

Manusia adalah ciptaan Tuhan yang mulia






Orang bijaksana selalu bilang manusia adalah ciptaan yang paling mulia; karena mereka bijaksana dan pintar sehingga mengklaim diri sendiri ciptaan yang paling mulia; masa bilang diri sendiri tidak mulia. Kan hanya Master Wong saja yang mengklaim bahwa manusia, yang mana termasuk dirinya lebih jahat dari binatang. Lihat saja tuh wajahnya, apakah nampak kecerdasannya? Giginya aja cuma ada tiga.  Betul betul : )

Manusia dikatakan ciptaan Tuhan yang paling mulia karena dilengkapi dengan inteligensi, kita dapat berpikir. Kalau menurut saya sih, karena dapat berpikirlah maka manusia menjadi sangat jahat; saat manusia berhenti merasa maka dia akan meraung.

Binatang membunuh karena lapar dan ingin makan; saat kenyang mereka tidak berkehendak membunuh lagi. Manusia membunuh tidak peduli dia itu lapar ataupun sudah kenyang. Manusia membunuh karena tamak, mereka ingin lebih dan lebih. Mereka hidup bukan untuk hari ini, mereka memikirkan hari esok yang harus lebih baik dari hari ini. Jika hari ini mereka dapat satu, besok harus dapat dua, jadi harus ada lebih banyak korban  yang  perlu dimangsa.

Jika kau bertemu dengan anjing lapar dan membawanya kerumahmu, memberi dia makan, saat kenyang dia tidak akan menggigitmu lagi. Jika kau bertemu manusia lapar dan membawanya kerumahmu, kau memberinya makanan hingga kenyang, saat itulah dia mulai berpikir untuk membunuhmu.

Jadi karena pikirannya manusia menjadi lebih jahat dari binatang. Jika disuatu hari seseorang menyumpahimu dengan kata “anjing kau”, kau harus mengucapkan terima kasih karena kelihatannya anjing lebih mulia dari seorang manusia.

Manusia lebih baik bukan karena memiliki inteligensi, tetapi memiliki perasaan kasih. Karena kalau berbicara tentang inteligensi, manusia tidak pintar pintar banget sih. Kalau kucing terkena luka disuatu tempat, kucing tidak akan ketempat itu lagi ataupun menjadi extra hati hati saat melewati tempat itu. Kalau manusia, kita sering mengulangi kesalahan yang sama berkali kali. Manusia tahu sesuatu itu buruk tetapi masih juga melakukannya. Kalau berbicara tentang kasih dan kesetiaan, sepertinya sih anjing adalah binatang yang sangat mengasihi dan setia pada tuannya. Ayo manusia, milikilah cinta kasih jangan sampai dikalahkan oleh anjing. 

Perbuatan baik adalah kebajikan, orang bijak berbuat kebaikan






Orang bijaksana sering mengajarkan orang untuk berbuat baik. Katanya perbuatan baik adalah kebajikan tapi kenyataannya kebaikan terkadang sama saja dengan kebodohan. Karena kebaikan dan kebodohan itu tipis sekali  perbedaannya.

Misalkan orang mencurangi anda, karena anda orang yang baik, anda memaafkannya. Besoknya dia akan mencurangi anda lagi dan karena anda orang baik baik, maka anda memaafkannya lagi. Bulan depan dicurangi lagi, anda memaafkannya lagi, seterusnya dan seterusnya. Apakah anda termasuk baik atau bodoh?

Jika musuh anda; katakan anda tidak memusuhinya tetapi dia memusuhi anda; dia datang untuk membunuhmu, tetapi karena anda jagoan, dia dikalahkan, karena anda baik anda melepaskannya. Setahun kemudian, setelah dia berlatih tambah jago, dia akan datang untuk mencoba membunuhmu lagi; dan kalah lagi; sebagai orang baik anda melepaskannya lagi. Satu kali saja dia lebih jago darimu, maka tamatlah riwayatmu. Begitu juga dengan semua orang baik; maka lama lama orang baik akan mati semua dibunuh oleh orang jahat.

Dalam film ataupun komik kepahlawanan, sering kali diceritakan bahwa orang baik pada akhirnya akan mengalahkan orang jahat. Seperti cerita di film, jagoan selalu kalah dulu tetapi pada akhirnya jagoan berhasil menaklukkan sipenjahat. Ini adalah cara orang bijaksana membesarkan hati orang bijak sini, tetapi kenyataan tidak seindah film kepahlawanan. Banyak orang berani dan bersifat pahlawan, tetapi mereka mati terlalu pagi karena melakukan yang benar; sehingga muncullah banyak pahlawan kesiangan.

Orang baik tahu akan hal ini, tetapi mereka tetap saja berlaku baik, melepaskan kejahatan dan mempertinggi resiko mereka dibasmi oleh orang jahat, tidakkah tindakan kebaikan ini sama saja dengan kebodohan.

Ataukah memang ini adalah hukum alam, kejahatan akan mengalahkan  kebaikan. 

Dia itu konglomerat







Kita sering bilang orang super kaya itu konglomerat. Apa bisa seseorang menjadi konglomerat. Mana bisa orang jadi konglomerat. Orang bisa menjadi jutawan, millioner ataupun billioner, tetapi tidak mungkin bisa menjadi konglomerat.

Definisi dari konglomerat adalah sebuah group perusahaan yang terdiri dari beberapa perusahaan yang bergerak dibidang berlainan atau multi industry company. Meskipun sama sama kata benda, saya rasa orang adalah benda hidup; dan akan keberatan kalau disamakan sebagai perusahaan atau benda mati. Untung deh orang kayanya tidak marah, kalau orang kaya marah  bisa  berbahaya  loh.

Dia tidak mungkin menjadi konglomerat tapi dia dapat memiliki perusahaan konglomerat. Jadi orang kaya itu memiliki perusahaan konglomerasi adalah sebutan yang lebih cocok. Dia adalah konglomerat adalah sebutan yang tidak benar.

Karena kita membicarakan tentang uang dan kekayaan, saya jadi teringat dengan sebuah tulisan yang pernah saya baca, dan ingin berbagi dengan anda.
Saya pernah membaca buku The Trilogy of Personal Finance karya William Stanley; ini adalah sedikit kutipan yang saya ambil dari sana. (Jika anda ingin menjadi kaya, saya anjurkan bacalah buku itu).



Just Duit

Saat orang kaya bersikeras pada pendiriannya. Dia disebut konsisten. Saat orang miskin bersikeras pada pendiriannya. Dia disebut keras kepala.

Saat orang kaya berubah pikiran. Dia dikatakan fleksibel. Saat orang miskin berubah pikiran. Dia dikatakan plin plan.

Saat orang kaya berkerja lambat. Dia dibilang teliti. Saat orang miskin bekerja lambat. Dia disebut tidak produktif.

Saat orang kaya bekerja cepat. Dia dikatakan gesit. Saat orang miskin bekerja cepat. Di disebut asal asalan.

Saat orang kaya memutuskan dengan lambat. Dia dikatakan cermat. Saat orang miskin memutuskan dengan lambat. Dia dikatakan tak punya otak.

Saat orang kaya memutuskan dengan segera. Dia disebut pengambil keputusan. Saat orang miskin memutuskan dengan segera. Dia disebut ceroboh.

Saat orang kaya mengambil resiko. Dia disebut risk taker. Saat orang miskin mengambil resiko. Dia disebut trouble maker.

Saat orang kaya menghindari resiko. Dia dikatakan hati hati. Saat orang miskin menghindari resiko. Dia dikatakan pecundang.

Saat orang kaya curiga pada sesuatu. Dia dikatakan waspada. Saat orang miskin curiga pada sesuatu. Dia dikatakan negatif thinking.

Saat orang kaya bilang kemungkinan susah. Dia disebut antisipatif. Saat orang miskin bilang kemungkinan susah. Dia disebut pesimis.

Saat orang kaya bilang gampang sekali. Dia dibilang optimis. Saat orang miskin bilang gampang sekali. Dia dibilang pandang rendah.

Saat orang kaya beli barang murah. Dia dikatakan hemat. Saat orang miskin beli barang murah. Dia dikatakan pelit.

Saat orang kaya beli barang mewah. Dia dikatakan jaga harga diri. Saat orang miskin beli barang mewah. Dia dikatakan tidak tahu diri.



Kesimpulan:
Kalau yang tulis ini orang kaya,
Dia disebut humorist
Kalau yang tulis ini orang miskin,
Dia disebut provokator.

Menabung pangkal kaya







Masih ingat penyanyi, pencipta lagu dan bintang film legendaris Titiek Puspa? Dia pernah menulis sebuah lagu yang luar biasa yang berjudul menabung. Syairnya kira kira begini:
Bang bing bung yuk kita nabung. Tang ting tung yuk kita nabung. Bang bing bung hey jangan dihitung. Tiba tiba satu bulan kita dapat untung. Dari kecil kita sudah menabung, sudah dewasa kita beruntung. Dari kecil kita ada uang, setelah besar kita beli istana.

Kalau menurut saya sih menabung memang pangkal kaya, bukan penabungnya loh tetapi banknya jadi semakin kaya. Bayangkan saat menabung anda cuma diberi bunga 1% ataupu 2%, kalau saldo tabungan tidak banyak, setelah dikenakan biaya, bukannya dapat bunga, anda malahan harus bayar bank untuk uang yang anda titipkan pada bank.

Sedangkan bank sudah pasti tambah kaya; tanpa harus menggunakan uangnya bank mendapat keuntungan. Bank meminjamkan uang anda kepada nasabahnya dan mencharge mereka bunga yang tinggi, sebesar 12 persen hingga 40 persen untuk nasabah credit card. Berapa bunga yang diberikan untuk penabung? Jadi menabung sudah pasti membuat bank tambah kaya.

Katanya, jangan dihitung tiba tiba satu bulan dapat untung; mana untungnya? Kalau tidak dihitung, salah salah uang anda bisa melayang. Banyak bank sekarang yang cukup licik, mungkin bukan banknya, tetapi karyawan banknya. Mereka bisa bekerja sama dengan pihak luar untuk mengambil uang anda dengan bantuan teknologi, keterampilan dan akses mereka. Jadi janganlah tidak dihitung, periksalah laporan tabungan anda paling tidak sebulan sekali atau silap mata bisa hilang duitmu.

Semangat dan disiplin yang diajarkan lagu ini untuk anak anak sangat baik sekali; melatih anak anak untuk terbiasa menyimpan uang demi masa depan; tetapi alangkah baiknya jika menabung itu diubah menjadi berinvestasi. Tentunya sebelum berinvestasi, anak anak juga perlu diajarkan dasar dasar berinvestasi yang benar.   

Jadi lagunya mungkin harus di sesuaikan sedikit:
In an in yuk investasi. Ves vis ves yuk investasi. Si so si hey mari dihitung. Pastikan bulan depan kita dapat untung. Dari kecil kita mulai berinvestasi, sudah dewasa kita akan beruntung. Dari kecil kita ada uang, setelah besar kita beli istana.

Meskipun telah banyak uang, sebelum beli istana mohon dipertimbangkan sekali lagi; kebanyakan orang kaya baru miskin kembali karena beli istana yang terlalu besar. Istana besar perlu biaya pemeliharaan yang besar pula. Jika uang anda  tertanam di Istana, anda tidak dapat menggunakannya lagi untuk menghasilkan untuk anda.

Ingat kalau ingin kaya terus, haruslah membeli harta yang dapat menghasilkan; bukan harta yang merupakan liabilitas, janganlah membeli harta yang menyebabkan biaya. 

Uang adalah akar segala kejahatan








Orang bijaksana suka membohongi orang bijak sini dengan mengatakan bahwa uang adalah akar dari segala kejahatan; tujuan mereka mungkin baik, yaitu untuk membesarkan hati orang miskin. Tetapi kenyataannya adalah, tidak ada uanglah yang menyebabkan segala macam  kejahatan.

Coba pikir! Dengan uang kita dapat menjadi anak yang berbakti; memberikan rumah, mobil untuk bokap dan nyokap, bisa bawa mereka bertamasya berkeliling dunia. Dengan uang kita akan menjadi suami yang lebih baik; bisa belikan istri berlian sebesar tinju. Dengan uang kita akan menjadi istri yang lebih baik, tersenyum setiap hari untuk abang tersayang. Dengan uang kita dapat menjadi orang tua yang lebih baik, saudara yang lebih baik dan orang yang lebih baik untuk komunitas.

Tanpa uang, mana bisa kita menjadi anak berbakti. Kalau anda menyayangi orang tuamu didalam hati, tetapi kere, apakah mereka bisa bangga denganmu. Kalau miskin, jangankan memberikan pasangan anda berlian sebesar tinju, salah salah pasanganmu kau berikan sebuah tinju karena  mukanya  masem  setiap  hari.

Kalau miskin sangat susah menjadi orang tua yang baik, bukan saja sering habis duit, tetapi juga habis kesabaran dengan sangat cepat. Kalau miskin mana bisa kita melakukan sesuatu kebaikan untuk komunitas, bagaimana dapat memikirkan orang lain kalau sendiri juga sedang pusing memikirkan bagaimana agar dapur tetap berasap.

Tanpa duit orang akan berpikir sangat pendek, mereka akan melakukan segalanya jika sudah terdesak. Saat istri dan anak dirumah lapar, apapun dapat kau lakukan. Saat miskin, anda akan mendapati bahwa tiba tiba anda menjadi sangat berani dan nekad, anda akan melakukan hal yang tidak pernah anda bayangkan hanya demi uang, bila perlu menggantikannya dengan nyawa anda, karena nyawa anda sekarang lebih murah dari uang itu. Jadi tidak ada uanglah yang merupakan akar dari segala kejahatan.

Uang itu tuan yang sangat kejam, tetapi adalah hamba yang baik. Jadi jika anda menjadi tuan dari uang, dia akan melayani anda dengan baik. Tetapi uang adalah tuan yang sangat kejam, jika anda menghamba padanya, maka hidup anda akan sangat menderita. 

Baik atau buruk uang adalah anda yang menentukannya. Tetapi satu hal yang pasti; uang mungkin tidak dapat memecahkan semua masalah, tetapi tidak ada uang adalah  sebuah  masalah  besar.

Anak Orang Kaya Sangat Beruntung








Orang selalu berpikir bahwa anak orang kaya pasti hidup senang, mau apa dapat apa. Kenyataannya belum tentu benar adanya. Kita selalu melihat rumput tetangga lebih hijau, selalu saja merasa milik orang lain lebih baik dari milik kita sendiri.

Jangankan anak orang kaya, hidup anak rajapun tidak seperti yang dibayangkan banyak orang. Sebagai seorang  pangeran , banyak sekali protokol yang harus dia jalani. Hidup tidak sebebas kita orang biasa. Mau kemana mana harus selalu diikuti, takut ada yang menangkap atau membunuhnya. Meskipun makan enak setiap hari tetapi hidupnya seperti burung dalam sangkar (enak menurut ukuran kita, tetapi tidak lagi untuk ukurannya, karena sudah makan enak setiap hari). Belum lagi intrik politik dari perebutan kekuasaan antar pangeran. Jadi hidup mereka jauh dari enak apalagi damai.

Begitu juga dengan anak orang kaya; untuk bertemu orang tuanya yang super sibukpun hanya jarang jarang. Betul mereka memiliki banyak uang untuk beli ini dan itu, tetapi apakah mereka menikmatinya. Kalau anak orang miskin makan MC Donald atau Kentucky Fried Chicken adalah suatu kenikmatan, sedangkan untuk anak orang kaya mungkin itu adalah suatu penyiksaan. Anak orang kaya perlu kenikmatan yang lebih untuk mencapai kebahagiaan. Anak orang miskin, sedikit kenikmatan  saja  sudah  puas  sekali.

Seperti pangeran, anak orang kaya juga disibukkan oleh permusuhan perebutan warisan antar saudara, jika orang tua tidak membaginya secara adil. Seperti anda ketahui keadilan itu sulit sekali diperoleh, yang satu merasa sudah adil, yang lain merasa tidak fair. By the way, anak orang kaya hanya bisa tetap kaya atau menjadi miskin. Sedangkan anak orang miskin bisa menjadi orang kaya.

Anak orang kaya lebih rendah daya juangnya, tetapi lebih tinggi pengharapannya. Anak orang miskin lebih tinggi daya juangnya tetapi lebih rendah pengharapannya. Anak orang miskin mudah mendapatkan kepuasan; bukankah itu adalah suatu kebahagiaan; dan bukankah mampu mencapai kepuasan adalah kekayaan yang tidak ternilai harganya.