Masih ingat guru olahraga dimasa
sekolah dasar bilang bahwa dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat.
Karena dia guru, yang katanya orang pintar, maka saya terima saja. Di SMP guru
olah raga yang berbeda juga bilang bahwa
dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang
sehat, maka sayapun percaya. Di SMA guru olahraga yang berbeda lagi juga berkata yang sama; tentu
saja saya jadi semakin percaya. Masa tiga orang pintar bilang hal yang
sama saya tidak percaya.
Anda masih ingat kasus yang menimpa
Mike Tyson, petinju legendaris yang merajai
dunia tinju era 80an hingga awal 90an;
dimana dia memperkosa seorang gadis muda. Saya jadi teringat semboyan yang sering dikumandangkan guru guru olah raga
bahwa dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat. Mike Tyson adalah orang yang memiliki tubuh
super sehat. Tetapi memperkosa seseorang pasti memerlukan pikiran yang tidak
sehat. Kalau melihat sifat beringas dari Mike Tyson semasa muda, baik di atas ring atau diluar ring, sepertinya
jiwanya tidaklah sesehat tubuhnya. Saya jadi mulai ragu dengan apa yang diajarkan guru olaragaku, tentunya guru guru
olahraga anda juga.
Mulai saat itu saya mulai memperhatikan
lebih seksama, dan saya menemukan bahwa dalam tubuh yang sehat tidak pasti terdapat
jiwa yang sehat. Lihat para preman dijalanan; mereka secara fisik lebih sehat
dari orang kebanyakan; mereka lebih jago berkelahi pula. Lihat saja perampok, mereka pasti lebih kuat dari orang biasa.
Lihatlah pencuri, mereka pasti bisa lari lebih cepat dan memanjat lebih gesit dari orang biasa. Para
pencuri, perampok, preman dan pemerkosa pasti memiliki badan yang sehat, tetapi apakah jiwa mereka sesehat tubuh
mereka?
Kemudian saya
bertemu dan melihat beberapa orang yang dilahirkan tidak begitu sempurna secara fisik. Ada
seorang pria yang tidak memiliki kaki sejak dilahirkan, tapi dia dapat menjadi pengusaha. Ada
seorang wanita dilahirkan tidak memiliki
tangan sejak dilahirkan, dia dapat membawa mobil dan menggantikan popok untuk bayinya, tentu
saja dengan kedua kakinya. Ada seorang pria luar biasa, tanpa kaki dan tangan
sejak dilahirkan, dia bisa berenang, bisa
mandi sendiri dan melakukan semua kegiatan selayaknya orang normal;
malahan dia menjadi seorang
motivator bagi orang orang yang berfisik sehat.
Banyak orang yang fisiknya sehat, tetapi jiwanya perlu disehatkan. Ada orang yang fisiknya tidak sempurna
tetapi jiwanya sangat sehat. Saya memperhatikan adanya kesamaan antara orang orang cacat fisik yang saya ceritakan
diatas, mereka sangat anthusias, mereka dapat mensyukuri keadaan mereka dan mereka sangat optimis; sehingga mereka
memelihara dan melatih tubuh mereka menjadi sehat.
Karena jiwa mereka sehat, mereka
memiliki pikiran yang sehat, kemudian menjaga tubuh mereka tetap sehat. Jadi sekarang saya meragukan semboyan yang selalu di kumandangkan guru guru olah raga bahwa dalam tubuh
yang sehat terdapat jiwa yang sehat. Belum tentu! Tetapi dalam jiwa yang sehat
seharusnya terdapat tubuh yang sehat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar