Orang kaya itu mata duitan







Katanya orang kaya itu mata duitan. Kayaknya tidak deh. Sepertinya orang miskinlah yang mata duitan. Orang kaya sudah biasa lihat duit, jadi biasa biasa saja. Orang miskin jarang jarang lihat duit, kalau lihat duit matanya bisa berubah warna menjadi hijau. Orang kaya biasa pegang duit banyak, kalau lihat duit, tenang tenang saja. Orang miskin tidak pernah lihat duit banyak, kalau lihat duit banyak, liur bisa ngences dan mata bisa melotot  keluar.

Kebanyakan orang memiliki pandangan terkotak, mereka menganggap orang kaya cuma mau sama orang kaya saja. Sebenarnya itu adalah tidak benar. Orang kaya sama orang kaya karena tempat mereka hang out itu sama, jadi mereka bertemu dan kemudian bersatu. Orang miskin hang di bus, sedangkan orang kaya hang outnya di club atau asosiasi tertentu, sehingga sikaya dan simiskin jarang atau tidak pernah akan bertemu. Padahal kalau mereka bertemu dan berteman, sikaya tidak akan pernah mempermasalahkan apakah calon pasangannya punya duit atau tidak asalkan mereka cocok.

Sedangkan orang miskin, ukurannya lebih ke uang. Kalau anda mencoba mengejarnya, dia akan melihat apa yang anda kendarai, apa pekerjaan anda dan berapa besar rumah anda. Apakah mereka salah, tidak juga. Orang miskin sudah tahu susahnya hidup miskin, jadi mereka mau meyakinkan jika menikah jangan menjadi miskin lagi.

Miskin itu dosa loh. Anda mau berdosa? Tidak bisa menjadi orangtua yang baik dan tidak bisa menjamin kesejahteraan keluarga. Bisa bisa setelah menikah, keluarga berantakan karena kekurangan duit, karena duit adalah penyebab terbesar orang bercerai. Jadi orang miskin juga tidak boleh dibilang mata duitan, mereka hanya berpikir lebih jauh. Sedangkan orang kaya tidak  mempermasalahkan keuangan calon pasangannya karena mereka tidak ada masalah  keuangan.


Begitu juga mertua. Orang sering berkira, sulit menikahi anak orang kaya karena orang kaya itu mata duitan. Padahal kebalikannya, mertua kaya tidaklah mata duitan, mertua miskinlah yang lebih mata duitan. Alasannya sih klasik deh, karena cinta dan peduli sama anaknya, biar sianak tidak menderita. Kenyataannya sih biar bisa di pamerin  dan  siapa  tahu  hidup  bisa  jadi  lebih  baik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar